Menceritakan tokoh Elektra, Dewi Lestari berusaha memunculkan karakter dengan ciri khas yang kuat. Dimulai dari cerita masa lalu Elektra dengan adiknya Wati, kedekatanya dengan Wijaya elektronik dan Eleanor, kepergian sang ayah,  Elektra si pawang petir, dan segala sesuatu selanjutnya yang berlangsung begitu saja. Sesuatu yang sama sekali tidak terbayangkan oleh Elektra sebelumnya.

Elektra anak dari seorang tukang servis elektronik, yang kurang gaul, yang pakaianya kebanyakan di dapat dari warisan warisan saudaranya, sementara Wati adik yang modis, selalu bergaya ketika di depan kamera, dan sempat punya pacar beberapa kali. Setelah ayahnya meninggal dunia dan di tinggal adiknya ke Tembagapura bersama suaminya, Elektra menjadi pengangguran yang ga jelas arah dan tujuanya, yang menganggap telor adalah barang mewah, sampai ahirnya surat konyol dari STIGAN diterimanya. Surat yang sama sekali dia tidak tau siapa pengirimnya, surat yang bisa membuat Elektra berbuat konyol, sampai sampai mencari pemakaman terdekat untuk membalas surat STIGAN ini. Ibu Sati, yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumahnya, rumah yang ia anggap sangat menakutkan seperti rumah misterius milik nenek sihir ketika masih kecil dulu, sekarang menjadi rumah yang paling sering ia kunjungi untuk mengisi jam jamnya yang sebelumnya hanya terbuang buang di depan komputer untuk onlen seharian. Ibu sati, wanita keturunan india, yang senang sekali memberikan jawaban abu abu kepada Elektra,wanita yang menunjukkan pintu kepada Elektra, yang selanjutnya Elektra sendiri yang harus membukanya.

Supernova edisi ke tiga ini tidak menghadirkan motivasi atau inspirasi bagi pembacanya. Di tegah laris manisnya buku buku lokal yang manawarkan motivasi dan inspirasi, supernova menjadi buku yang mengajak kita untuk menjadi pembaca yang imajinatif. Tidak banyak novel lokal yang seperti ini sekarang (setidaknya saat saya menulis artikel ini). Dewi Lestari adalah penulis yang cerdas dengan imajinasi yang baik, ide idenya vulgar, tapi masih reasonable untuk di baca, bahkan recommanded menurut saya. So, ini buku yang bagus dan wajib di baca.

sekian ©Putratanu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s