Review Kawasaki Ninja 150 RR 2012

Banyak perubahan yang dilakukan Kawasaki pada Ninja 150 RR lansiran tahun 2012 ini dibandingkan dengan varian sebelumnya, dan yang paling mencolok adalah bagian desain fairing dan bodi Ninja. Disain bodi dibuat terihat lebih aerodinamis dibandingkan pendahulunya, ini terlihat dari bagian buritan yang terlihat lebih pipih dan disain fairing yang sporty dan terlihat tegas –tapi menurut saya desain varian sebelumnya masih lebih oke-

rrrrr
Kawasaki Ninja RR 2012

Dari segi engine, Kawasaki Ninja 150 RR 2012 ini dibekali dengan engine 150cc, 2 stroke Engine, seri block mesin 1855 silver, KIPS, HSAS, Karburator Mikuni VM 28. Dengan engine bawaan pabrik ini Ninja 150 RR ini dapat melontarkan daya hingga 28.5 PS pada 11000 RPM which is jika dibandingkan dengan tenaga motor 150cc lain seperti Yamaha Vxion tahun 2016 dan CBR 150 tahun 2016 tenaga Ninja RR ini bisa dibilang besar (V-ixion 16,3 Hp ; CBR 150 16,6 Hp) dan torsi maksimum 20 Nm pada 2000 RPM dan sangat responsif. (Sekedar Tips, jika ingin mendapatkan akselerasi maksimal, sebaiknya anda mulai membuka Throttle persis sesaat sebelum kopling terlepas, jika diambil terlalu jauh maka akan terasa kehilangan banyak daya pada saat start). Varian ini memiliki akselerasi yang sangat baik, meskipun Top Speednya tidak terlalu garang, namun sensasi KIPS masih sangat terasa di putaran sekitar 8000 rpm keatas. Dengan kompresi 6,8 : 1 dan tangki yang “hanya” memiliki kapasitas 10.8L  Ninja 150 RR tergolong motor yang boros.

Ninja 150 RR 2012 ini dilengkapi dengan Double Disc Brake ( Depan dan belakang) yang dapat bekerja dengan memuaskan. Motor ini juga sudah menggunakan radiator sebagai sistem pendingin engine.

Ninja 150 RR 2012 juga memiliki suspensi belakang monoshock yang satabil tidak bumping tapi memang agak keras, but its very nice! Suspensi depan juga terasa sangat baik, sedikit lebih empuk daripada yang belakang. Motor ini sangat stabil untuk dikendarai pada kecepatan tinggi, namun tetap safety riding guys! salah – salah kalian bisa ngesot bareng sama ninjanya sekalian. Jok Kawasaki Ninja RR ini bentuknya split jok, joknya keras baik depan ataupun yang belakang.

Disamping besarnya daya engine dan suspensi yang bekerja dengan baik, sebenarnya Ninja 150 RR bukan motor yang nyaman untuk dikendarai, terutama di kota kota besar. Karena posisi berkendara yang memaksa pengendara sedikit merunduk, membuat pengendara cepat lelah, apalagi dalam kodisi macet, itu benar benar menyiksa! Selain itu engine ninja tipe ini mudah sekali panas dan panasnya engine terasa naik ke atas jika kita sedang berhenti di traffic light atau saat lalu lintas sedang macet. Super KIPS pada motor Ninja seri manapun sebenarnya sering mengalami macet dan akibatnya jadi lebih boros.  Satu lagi kekurangan dari pabrikan itu masalah ban. Pabrikan Kawasaki hanya membekali dengan ban IRC -non-tubeless- 90/90 (front) dan 110/90 (rear) yang kalau digunakan pada kecepatan diatas 120 km/jam itu rasanya seperti sudah tidak lengket dengan aspal, “sepatunya” mesti diganti yang lebih bagus biar ada grip lebih.

yyyy

Kesimpulan saya Kawasaki Ninja RR 2 stroke memang memiliki akselerasi yang mantap, handling yang stabil, rem yang pakem, perawatan yang relatif murah dan mudah karena bisa dilakukan sendiri dirumah dan suara khas dari mesin 2 tak yang garing, namun sebagai calon pembeli anda juga harus bersiap dan mempertimbangkan kekurangan dari motor ini, diantaranya boros (apalagi jika anda terbiasa membawa motor cube/moped/bebek) anda akan merasa ada perbedaan yang sangat jauh dalam hal konsumsi BBM belum lagi  oli samping yang harus ditambahkan kira kira dengan konsumsi 2000 km/liter. Selain itu seperti yang saya sudah katakan diawal, Super KIPS sering macet yang disebabkan oleh pemakaian yang hanya sesekali atau bisa juga dikarenakan tipe berkendara anda yang jarang memutar mesin hingga diatas 6000 rpm dan menurut saya motor ini tidak cocok dibawa untuk sehari hari, apalagi untuk anda yang selalu membawa ransel berat karena selain mudah panas ketika terjebak macet, posisi berkendara yang menuntut anda untuk sedikit membungkuk terasa sangat melelahkan.

Sekian informasi dari saya readers, semoga bermanfaat

©Putratanu

Reportase

Diakhir pekan setelah rutinitas seminggu penuh, seringkali kita merasa jenuh atau bosan dengan rutinitas sehari hari. Tugu pahlawan yang kita kenal sebagai salah satu ikon kota Surabaya, Setiap hari Minggu pagi selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, mulai dari anak anak, remaja, ataupun dewasa. Bukan tanpa alasan masyarakat suka mengunjungi Tugu Pahlawan, mereka dapat menghabiskan minggu pagi mereka dengan berolah raga, berburu barang barang murah, ataupun hanya sekedar ingin wisata kuliner.

Setiap hari minggu pagi ada banyak sekali pedagang pedagang kali lima yang berjualan, Mulai dari pedagang pakaian, alat alat rumah tangga, mainan, ataupun pedagang makanan. Hal ini tentunya menjadi alternatif liburan di akhir pekan.

Namun sayangnya setiap saya mengunjungi Tugu Pahlawan, saya melihat ada banyak sekali masyarakat yang membuang sampah makanan sembarangan, baik itu pengunjung maupun penjual yang berjualan di area Tugu pahlawan. Banyak pedagang pedagang kaki lima dan pengunjung yang tidak menjaga kebersihan lingkungan. Biasanya setelah “pasar pagi” tersebut selesai ada banyak sekali sampah sampah berserakan di sepanjang jalan, terutama sampah sampah plastik minuman, bungkus rokok, atau bungkus makanan. Hal ini tentunya sangat di sayangkan, selain mengotori jalan, sampah sampah tersebut beresiko masuk kedalam saluran air dan gorong gorong di sekitar daerah tugu pahlawan dan membuat para petugas kebersihan lebih berat lagi. Tentunya kita semua tau, persoalan sampah bisa menjadi masalah baru seperti banjir, sumber penyakit, kuman, dan lain sebagainya.

Saya sangat prihatin, sebagai kota terbesar kedua, sangat disayangkan jika masyarakat kota Surabaya tidak memiliki budaya membuang sampah pada tempatnya, padahal sudah banyak himbauan agar membuang sampah pada tempatnya. Sejak kita sekolah di bangku sekolah dasarpun sudah diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Meskipun terlihat remeh, namun sampah bisa menjadi masalah yang besar, apalagi Surabaya sempat menerima penghargaan Adipura dari pemerintah pusat.

Sesuai dengan slogan “Suroboyoku Bersih dan Hijau” mari kita budayakan membuang sampah pada tempatnya, tidak hanya di sekitar Tugu pahlawan saja namun juga di tempat lain. Mari kita ajak diri sendiri, teman dan anggota keluarga untuk mulai membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Jika kita optimis bahwa Surabaya akan menjadi kota yang nyaman dari sampah, maka kita juga harus berusaha menjaga lingkungan.

©Putratanu

berikut foto yang saya ambil tanggal 23 desember 2012

DSC_0360