Untuk Hari Pendidikan 2014

Sejak tanggal 17 Agustus 1945, kini Indonesia telah mendekati 69 tahun merdeka. Bulan Mei ini Indonesia akan memperingati hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Sejarah pendidikan di Indonesia pun panjang, dimulai dari sistem pendidikan formal yang di bentuk oleh pemerintahan Hindia – Belanda  berupa Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan Algemeene Middelbare School (AMS) yang meskipun saat itu terbatas untuk kalangan tertentu, kemudian pendidikan di indonesia berkembang hingga seperti system pendidikan yang sekarang.

Didalam perkembanganya (dunia pendidikan Indonesia), Indonesia membuat sarana pendidikan berupa sekolah sekolah mulai dari tingkat dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Memberikan kesempatan kepada banyak masyarakat untuk menjadi pendidik generasi baru, memberikan beasiswa kepada mahasiswa indonesia yang cerdas untuk sekolah hingga jenjang Doktor ataupun Master, memberikan kesempatan yang sama kepada setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan, serta membentuk kurikulum pendidikan sebagai acuan dalam proses pendidikan.

Sarana pendidikan yang dibangun seperti gedung sekolah, pendidik, dan kurikulum, tersebut pasti akan mempengaruhi kualitas dari peserta didik. Tidak mungkin mencapai kualitas pendidikan yang baik jika peserta didik dari berbagai macam jenjang di Sekolah Dasar harus berbagi ruangan untuk belajar. Tidak mungkin mencapai kualitas pendidikan yang baik jika materi yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik. Terlebih lagi jika pendidik gagal mengaktualisasi standar pendidikan yang telah disusun didalam sebuah kurikulum, karena dapat dipastikan materi pembelajaran pasti tidak akan dapat diserap dengan baik.

Bukan hanya sekedar kualitas dari sarana pendidikan yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan. Kuantitas dari sarana pendidikan pun akan mempengaruhi. Terbatasnya jumlah perguruan tinggi akan mengurangi kesempatan siswa yang telah lulus Sekolah Menengah Atas untuk melanjutkan pendidikan. Kurangnya jumlah sarana pendidikan tidak hanya terjadi di tingkat perguruan tinggi, namun juga pada tingkat SMP dan SMA. Masalah mengenai terbatasnya jumlah sarana pendidikan ini tidak hanya berhenti pada sarana fisik berupa gedung saja, namun ada yang lebih penting yaitu jumlah pendidik yang ada, dan ini merupakan masalah nyata yang harus segera diselesaikan.

Selama proses pendidikan, nilai tambah yang diberikan kepada peserta didik seharusnya bukan hanya mengenai Science dan Technology saja, namun juga rasa bangga terhadap bangsa sendiri. Tidak menjadi begitu penting label “International Recognition” dan akan menjadi penting jika sistem pendidikan berhasil menanamkan rasa bangga pada bangsa sendiri.

Masih banyak masalah yang harus diselesaikan bersama untuk mencapai masyarakat Indonesia yang madani. Tanpa pendidikan yang lebih baik, masyarakat madani masih jauh dari kata tercapai. Saat ini banyak anak anak Indonesia hidup di keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, yang sebagian besar lingkunganya belum menganggap penting sebuah pendidikan, kalau bukan kita atau kami masyarakat yang sadar pentingnya sebuah pendidikan, lalu mereka menjadi tanggung jawab siapa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Surabaya 2 Mei 2014

©Putra Tanujaya