Jalan Jalan ke Semarang (Wisata Semarang)

Semarang merupakan salah satu dari lima kota besar di Indonesia, jadi jangan heran jika perkembangan dan ketersediaan infrastuktur di kota ini lumayan baik. Jika anda berasal dari kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung anda tidak akan merasa terlalu berbeda suasana disemarang dengan kota asal anda. Semarang sudah memiliki fasilitas halte untuk bus – bus yang memiliki deck tinggi (seperti bis Trans Jogja, Trans Sidoarjo, atau Trans Jakarta) hanya saja jumlah bisnya masih kurang. Seperti kebanyakan kota kota besar dan ramai di Indonesia, disini (Semarang) terdapat ojek online yang sangat membantu anda dalam urusan transportasi. Semarang juga memiliki stasiun kereta (Semarang Tawang / Poncol) dan bandar udara.

Semarang memiliki tempat tempat yang sangat iconic. Salah satu yang terkenal adalah Lawang Sewu. Sedikit cerita mengenai Lawang Sewu, dahulu gedung ini digunakan oleh perusahaan kereta Hindia – Belanda (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) dan merupakan saksi bisu pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Didalam gedung ini terdapat beberapa dokumentasi dan koleksi – koleksi mengenai perjalanan perusahaan kereta Hindia – Belanda tersebut. Gedung Lawang Sewu terletak disebrang Tugu Muda, jadi ketika anda datang kesini anda bisa langsung menikmati dua obyek wisata yang iconic di Semarang. Bangunan Lawang Sewu ini besar, disini travellers bisa menikmati arsitektur bangunan khas Hindia – Belanda. Saat penulis datang, ada beberapa bagian gedung yang tidak bisa dikunjungi pertama adalah lantai dua dibagian tengah gedung, hal ini dikarenakan ruangan tersebut dikhususkan untuk keperluan komersil (untuk prewedding, shooting, dll) sehingga ada tarif sendiri dan yang kedua adalah ruang bawah tanahnya. Tiket masuk Lawang Sewu seharga Rp. 10000 dan dapat dikunjungi pada pukul 07.00-21.00. Menurut penulis tempat ini sangat romantis, terutama jika dimalam hari, jauh sekali dari kata seram yang selama ini sering orang – orang katakan. Jadi jika travellers termasuk golongan orang yang tajir, dan pingin bikin bangga pasangan anda maka sewalah gedung ini untuk private dinner anda.

lawang-sewu-9Gambar 1. Lawang Sewu ketika malam hari
(Sumber foto : http://www.wisataterindah.net/lawang-sewu/)

Tempat kedua yang juga iconic dari Semarang adalah klenteng Sam Poo Kong. Berdasarkan catatan sejarah, klenteng ini merupakan tempat pertama mendaratnya Laksamana Zheng He beserta pasukanya. Fakta yang menarik dari sini adalah, saat ini klenteng Sam Poo Kong terletak berkilo – kilo jauhnya dari kawasan pelabuhan Tanjung Emas di utara Semarang (Lihat Gambar 2).

sampookongGambar 2. Lokasi Klenteng Sam Poo Kong

Tiket masuk kawasan klenteng ini sebesar Rp. 5000. Didalam komplek kawasan klenteng terdapat beberapa bangunan yang memiliki arsitektur yang berbeda beda namun tetap kental dengan unsur Tionghoa dengan didominasi warna merah. Jika berkunjung kesini, travellers dapat menyewa kostum khas tionghoa (penulis tidak tau berapa biaya sewanya) yang dapat anda pergunakan sebagai perlengkapan foto, sehingga setelah pulang, travellers bisa pamer foto ke teman teman atau pacar – pacar anda dan bilang kalau anda baru pulang liburan dari Beijing.

dsc_0556-edit-1-wmGambar 3. Klenteng Sam Poo Kong
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Jika travellers datang ke Semarang, jangan sampai lewatkan untuk mampir di daerah Simpang Lima, salah satu tempat terkenal dari Semarang. Simpang Lima ini terletak di jantung kota Semarang, dikelilingi oleh beberapa pusat perbelanjaan, hotel, dan masjid Baiturrahman. Ketika penulis mengunjungi Simpang Lima, penulis menyempatkan diri mencoba ronde yang ada didepan masjid Baiturrahman, rasanya standar ronde dan sedikit cerita, Abah penjual ronde ini sudah berjualan didaerah Simpang Lima dari tahun 1950! Kebayang nggak travellers berapa umur si Abah? Selain Ronde si Abah tadi, di Simpang Lima juga terdapat beberapa pedagang kaki lima yang berjualan makanan, jadi jika anda merupakan tipe traveller dengan budget yang pas – pas an atau tipe traveller yang pelit ini akan jadi rekomendasi untuk anda.

dsc_0203Gambar 4. Abah Ronde
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Sesibuk sibuknya kita dengan jadwal travelling, sebagai muslim kita tidak boleh meninggalkan shalat, betul? *ehem* didaerah timur kota Semarang terdapat sebuah masjid besar yang dikenal dengan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Saran penulis sempatkanlah datang kesini, karena masjid ini memiliki arsitektur yang menarik. Bangunan masjid berbentuk limas, khas bangunan jawa, kemudian terdapat pilar pilar melengkung bergaya Romawi dengan tulisan kaligrafi diatasnya, serta terdapat payung – payung raksasa yang dapat dibuka seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Didalam komplek masjid ini terdapat menara yang juga dapat anda kunjungi (ketika kesini penulis belum sempat mencicipi naik ke menara masjid). Berdasarkan Wikipedia, didalam menara terdapat Museum kebudayaan Islam, dan diatas menara anda dapat menikmati kota Semarang dengan menggunakan teropong, buat travellers yang sudah coba naik ke atas, jangan lupa share cerita kalian dikolom komentar dibawah ya!

DSC_0160 WMGambar 5. Masjid Agung Jawa Tengah
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Semarang memang terkenal dengan Lunpia-nya, namun kali ini saya tidak akan memberikan rekomendasi tempat makan Lunpia, melainkan tempat makan lain yaitu warung Mie Goreng Jawa. Warung kaki lima ini terdapat di jalan M.T Haryono, dekat Halte Bis didepan kampung baris, daerah Mataram, sebelum Pasar Langgar, sebelahan dengan penjual nasi Gudeg. Alasan kenapa travellers harus kesini adalah rasa dari mie gorengnya itu warbiyasah.. it’s just so good! Penjual mie goreng ini masih menggunakan kompor arang sebagai alat masaknya, masih tradisional, dan menurut penulis abang mie goreng disini mengerti arti kata ‘pedas’. Sepiring mie goreng disini dengan porsi yang lumayan dibandrol dengan harga Rp. 13000 an (kalo tidak salah). Mie goreng jawa ini hanya berjualan ketika malam hari saja, mulai pukul 17.30 an.

Kesimpulan menurut penulis, kota Semarang adalah kota favorit setelah Surabaya. Kotanya bersih, fasilitasnya terbangun, ramai, dan tidak terlalu macet. Transportasinya memang masih harus ditingkatkan (untuk bus), namun sudah tersedia ojek online. Saran penulis, jika travellers ingin berkunjung kesini dan berniat untuk keliling kota Semarang, sebaiknya travellers memilih opsi untuk menyewa kendaraan roda dua, karena akan lebih murah dan fleksibel. Penulis berharap mendapat kesempatan untuk dapat kembali ke kota ini, dan bisa bisa melanjutkan perjalanan  didaerah sekitar atau bahkan daerah diluar Semarang seperti Ungaran, Ambarawa, Wonosobo, hingga ke dataran tinggi romantis Dieng.

Masih banyak tempat di Semarang yang belum sempat penulis hadirkan didalam artikel ini, seperti daerah Semarang atas (Tembalang), tempat – tempat makan di Semarang dan yang lainya, semoga penulis dapat melanjutkan artikel ini dilain waktu. Demikian artikel ini ditulis, semoga dapat memberikan manfaat, masukan atau sekedar bacaan ringan untuk travellers.