Jalan Jalan ke Semarang (Wisata Semarang)

Semarang merupakan salah satu dari lima kota besar di Indonesia, jadi jangan heran jika perkembangan dan ketersediaan infrastuktur di kota ini lumayan baik. Jika anda berasal dari kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung anda tidak akan merasa terlalu berbeda suasana disemarang dengan kota asal anda. Semarang sudah memiliki fasilitas halte untuk bus – bus yang memiliki deck tinggi (seperti bis Trans Jogja, Trans Sidoarjo, atau Trans Jakarta) hanya saja jumlah bisnya masih kurang. Seperti kebanyakan kota kota besar dan ramai di Indonesia, disini (Semarang) terdapat ojek online yang sangat membantu anda dalam urusan transportasi. Semarang juga memiliki stasiun kereta (Semarang Tawang / Poncol) dan bandar udara.

Semarang memiliki tempat tempat yang sangat iconic. Salah satu yang terkenal adalah Lawang Sewu. Sedikit cerita mengenai Lawang Sewu, dahulu gedung ini digunakan oleh perusahaan kereta Hindia – Belanda (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) dan merupakan saksi bisu pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Didalam gedung ini terdapat beberapa dokumentasi dan koleksi – koleksi mengenai perjalanan perusahaan kereta Hindia – Belanda tersebut. Gedung Lawang Sewu terletak disebrang Tugu Muda, jadi ketika anda datang kesini anda bisa langsung menikmati dua obyek wisata yang iconic di Semarang. Bangunan Lawang Sewu ini besar, disini travellers bisa menikmati arsitektur bangunan khas Hindia – Belanda. Saat penulis datang, ada beberapa bagian gedung yang tidak bisa dikunjungi pertama adalah lantai dua dibagian tengah gedung, hal ini dikarenakan ruangan tersebut dikhususkan untuk keperluan komersil (untuk prewedding, shooting, dll) sehingga ada tarif sendiri dan yang kedua adalah ruang bawah tanahnya. Tiket masuk Lawang Sewu seharga Rp. 10000 dan dapat dikunjungi pada pukul 07.00-21.00. Menurut penulis tempat ini sangat romantis, terutama jika dimalam hari, jauh sekali dari kata seram yang selama ini sering orang – orang katakan. Jadi jika travellers termasuk golongan orang yang tajir, dan pingin bikin bangga pasangan anda maka sewalah gedung ini untuk private dinner anda.

lawang-sewu-9Gambar 1. Lawang Sewu ketika malam hari
(Sumber foto : http://www.wisataterindah.net/lawang-sewu/)

Tempat kedua yang juga iconic dari Semarang adalah klenteng Sam Poo Kong. Berdasarkan catatan sejarah, klenteng ini merupakan tempat pertama mendaratnya Laksamana Zheng He beserta pasukanya. Fakta yang menarik dari sini adalah, saat ini klenteng Sam Poo Kong terletak berkilo – kilo jauhnya dari kawasan pelabuhan Tanjung Emas di utara Semarang (Lihat Gambar 2).

sampookongGambar 2. Lokasi Klenteng Sam Poo Kong

Tiket masuk kawasan klenteng ini sebesar Rp. 5000. Didalam komplek kawasan klenteng terdapat beberapa bangunan yang memiliki arsitektur yang berbeda beda namun tetap kental dengan unsur Tionghoa dengan didominasi warna merah. Jika berkunjung kesini, travellers dapat menyewa kostum khas tionghoa (penulis tidak tau berapa biaya sewanya) yang dapat anda pergunakan sebagai perlengkapan foto, sehingga setelah pulang, travellers bisa pamer foto ke teman teman atau pacar – pacar anda dan bilang kalau anda baru pulang liburan dari Beijing.

dsc_0556-edit-1-wmGambar 3. Klenteng Sam Poo Kong
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Jika travellers datang ke Semarang, jangan sampai lewatkan untuk mampir di daerah Simpang Lima, salah satu tempat terkenal dari Semarang. Simpang Lima ini terletak di jantung kota Semarang, dikelilingi oleh beberapa pusat perbelanjaan, hotel, dan masjid Baiturrahman. Ketika penulis mengunjungi Simpang Lima, penulis menyempatkan diri mencoba ronde yang ada didepan masjid Baiturrahman, rasanya standar ronde dan sedikit cerita, Abah penjual ronde ini sudah berjualan didaerah Simpang Lima dari tahun 1950! Kebayang nggak travellers berapa umur si Abah? Selain Ronde si Abah tadi, di Simpang Lima juga terdapat beberapa pedagang kaki lima yang berjualan makanan, jadi jika anda merupakan tipe traveller dengan budget yang pas – pas an atau tipe traveller yang pelit ini akan jadi rekomendasi untuk anda.

dsc_0203Gambar 4. Abah Ronde
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Sesibuk sibuknya kita dengan jadwal travelling, sebagai muslim kita tidak boleh meninggalkan shalat, betul? *ehem* didaerah timur kota Semarang terdapat sebuah masjid besar yang dikenal dengan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Saran penulis sempatkanlah datang kesini, karena masjid ini memiliki arsitektur yang menarik. Bangunan masjid berbentuk limas, khas bangunan jawa, kemudian terdapat pilar pilar melengkung bergaya Romawi dengan tulisan kaligrafi diatasnya, serta terdapat payung – payung raksasa yang dapat dibuka seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Didalam komplek masjid ini terdapat menara yang juga dapat anda kunjungi (ketika kesini penulis belum sempat mencicipi naik ke menara masjid). Berdasarkan Wikipedia, didalam menara terdapat Museum kebudayaan Islam, dan diatas menara anda dapat menikmati kota Semarang dengan menggunakan teropong, buat travellers yang sudah coba naik ke atas, jangan lupa share cerita kalian dikolom komentar dibawah ya!

DSC_0160 WMGambar 5. Masjid Agung Jawa Tengah
(Sumber foto : Koleksi Penulis)

Semarang memang terkenal dengan Lunpia-nya, namun kali ini saya tidak akan memberikan rekomendasi tempat makan Lunpia, melainkan tempat makan lain yaitu warung Mie Goreng Jawa. Warung kaki lima ini terdapat di jalan M.T Haryono, dekat Halte Bis didepan kampung baris, daerah Mataram, sebelum Pasar Langgar, sebelahan dengan penjual nasi Gudeg. Alasan kenapa travellers harus kesini adalah rasa dari mie gorengnya itu warbiyasah.. it’s just so good! Penjual mie goreng ini masih menggunakan kompor arang sebagai alat masaknya, masih tradisional, dan menurut penulis abang mie goreng disini mengerti arti kata ‘pedas’. Sepiring mie goreng disini dengan porsi yang lumayan dibandrol dengan harga Rp. 13000 an (kalo tidak salah). Mie goreng jawa ini hanya berjualan ketika malam hari saja, mulai pukul 17.30 an.

Kesimpulan menurut penulis, kota Semarang adalah kota favorit setelah Surabaya. Kotanya bersih, fasilitasnya terbangun, ramai, dan tidak terlalu macet. Transportasinya memang masih harus ditingkatkan (untuk bus), namun sudah tersedia ojek online. Saran penulis, jika travellers ingin berkunjung kesini dan berniat untuk keliling kota Semarang, sebaiknya travellers memilih opsi untuk menyewa kendaraan roda dua, karena akan lebih murah dan fleksibel. Penulis berharap mendapat kesempatan untuk dapat kembali ke kota ini, dan bisa bisa melanjutkan perjalanan  didaerah sekitar atau bahkan daerah diluar Semarang seperti Ungaran, Ambarawa, Wonosobo, hingga ke dataran tinggi romantis Dieng.

Masih banyak tempat di Semarang yang belum sempat penulis hadirkan didalam artikel ini, seperti daerah Semarang atas (Tembalang), tempat – tempat makan di Semarang dan yang lainya, semoga penulis dapat melanjutkan artikel ini dilain waktu. Demikian artikel ini ditulis, semoga dapat memberikan manfaat, masukan atau sekedar bacaan ringan untuk travellers.

Kuliner Surabaya (Surabaya Culinary Review)

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Sebagai kota modern, Surabaya memiliki fasilitas publik yang lengkap seperti bandara internasional (Juanda international Airport), stasiun kereta api, serta pelabuhan yang memudahkan wisatawan baik domestik dan mancanegara berkunjung ke ibu kota provinsi Jawa Timur ini. Surabaya memiliki banyak shopping centre, wisata sejarah, wisata religi, dan terdapat festival tahunan sebagai tujuan wisata yang menarik.

Buat readers atau travellers yang memiliki rencana datang ke Surabaya untuk berwisata ataupun urusan bisnis ada hal yang tidak boleh dilewatkan yaitu mencoba kuliner yang ada disini. Kali ini penulis akan memberikan referensi untuk readers dan travellers tempat makan berdasarkan pengalaman penulis yang low budget, rasa yang enak, dan beberapa review dari penulis ini merupakan culinary review baru yang belum pernah atau jarang ditulis oleh blog blog lainya, cocok untuk kalian yang backpackers berikut ulasanya :

1. Bebek Tugu Pahlawan

Makanan yang pertama saya bahas adalah Bebek Tugu Pahlawan (BTP). Bebek goreng yang rasanya juara ini, letaknya disebelah selatan dari Tugu Pahlawan, tepatnya disebrang pintu masuk Tugu Pahlawan (didepan ruko ruko yang ada bank BCA). Mulai dari Dorce Gamalama sampe Bondan Winarno sudah pernah mencicipi makanan khas Surabaya iniKarena begitu ramainya, warung kaki lima ini menyediakan dua tempat antrian, satu untuk yang makan ditempat dan yang lainya untuk yang memesan dibawa pulang alias dibungkus. Banyak dari kawan mengatakan bahwa yang menarik dari bebek ini adalah sambalnya, namun bagi yang tidak suka pedas kalian juga dapat menikmati seporsi daging bebek yang empuk yang effortless banget buat digigit. Bebek Tugu Pahlawan (BTP) buka mulai dari habis maghrib sampai malam, gatau sampai jam berapa pastinya. Masalah harga affordable kok! ga sampe menggerus kantong dalam dalam.

 

2. Mie Ayam Bandung dan Ronde Pegasus

Bicara mengenai kuliner Surabaya, tentu saja tidak melulu rujak cingur dan lontong balap saja. Di Surabaya terdapat mi ayam favorit saya dan saya yakin menu yang satu ini belum atau tidak banyak blog yang merekomendasikan sebagai salah satu tujuan kuliner dan ini dapat dijadikan salah satu referensi kuliner baru di Surabaya. Lokasi Mie Ayam Bandung dan Ronde Pegasus ini cukup mudah diakses karena berada dipinggir jalan, tepatnya di Jl. Raya Ngagel (dekat bengkel GBT) sebelah kanan jalan jika dari arah pucang. Sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti kenapa diberi nama “Mie Ayam Bandung” padahal penjualnya adalah orang Semarang, dan tempat berjualanya di Surabaya. Mie ditempat ini dibuat sendiri oleh si kokoh penjual yang dijamin 100% kehalalanya dan menariknya adalah mie ini selalu dimasak satu – satu! meskipun itu pesanan dari satu meja yang sama. Harga Mie disini bervariasi mulai dari Rp.15000 an selain mie ayam, terdapat pula Yamie yang bisa juga anda coba. Tempat berjualan Mie ini satu tempat dengan penjual Ronde yang menurut saya dari semua rode terkenal yang ada di Surabaya ini termasuk salah satu yang paling ciamik! edan! saya yakin sekali anda mencoba, anda akan kembali lagi. Harga satu porsi ronde isi lima butir sekitar Rp. 10000. Mie Ayam Bandung dan Ronde Pegasus ini buka setelah maghrib hingga pukul 23.00. Buat readers, kalian harus coba makan disini!

3. Mie Aceh Bang Cen

Buat readers yang ingin mencoba makanan dengan rasa rempah – rempah yang kuat, pedas, dan eksotis di Surabaya ada satu tempat makan yang pas! yaitu Mie Aceh Bang Cen. Mie yang satu ini sudah menjadi langganan saya dari jaman masih kuliah. Sama seperti Mie Bandung yang saya sudah ceritakan sebelumnya, Mie Aceh Bang Cen ini juga merupakan menu yang saya yakin belum atau tidak banyak blog yang merekomendasikan sebagai salah satu tujuan kuliner di Surabaya. Menu ini sangat cocok buat kalian yang menginginkan makanan murah dengan porsi yang lumayan. Hal menarik dari Mie ini adalah penjual sekaligus kokinya itu asli orang Aceh, jadi soal rasa dijamin jempolan! Harga Mie Aceh Bang Cen ini sekitar Rp.10000 pas dengan kantong mahasiswa kan ya? Mie Aceh Bang Cen ini terletak di foodcourt Circle K jalan Nginden Semolo setelah Kampus STIE Perbanas (sederet dengan  STIE Perbanas), sebelah kanan jalan jika dari arah kebun bibit. Selain Mie Aceh, terdapat juga Nasi Goreng Aceh dan Kopi Sanger. Mie Aceh Bang Cen ini baru buka disiang hari sekitar pukul 14.00 hingga dini hari.

4. Depot Ampel

Setelah dari “Bandung” dan “Aceh” sekarang penulis mengajak readers terbang ke “Timur Tengah”. Depot Ampel, merupakan tempat makan yang menyajikan masakan khas Timur Tengah. Meskipun disini travellers tidak akan menemukan menu khas lokal, namun begitu masakan Timur Tengah ini juga  merupakan salah satu kearifan lokal yang ada di Surabaya. Depot Ampel tidak terletak di daerah Ampel, namun terletak di jalan Walikota Mustajab dekat dengan balai kota (disebrang Natasha Skin Care). Tempatnya bisa dibilang kecil, namun untuk urusan rasa tidak perlu khawatir dijamin enak. Pengolahan masakan berbahan dasar kambing disini tidak berbau kambing sama sekali. Menikmati seporsi nasi kebuli dengan sepotong daging kambing yang besar dan empuk merupakan pengalaman makan yang menyenangkan yang bisa anda dapatkan disini. Selain nasi kebuli, nasi briyani, sate sumsum, dan gule kambing, disini terdapat menu kambing oven sebagai menu yang paling direkomendasikan oleh penulis. Depot Ampel buka dari siang hingga malam.

5. Bakso Kepala Sapi

Salah satu jajanan yang paling populer di masyarakat adalah bakso. Hampir disetiap kota di Indonesia anda dapat menemukan makanan berbentuk bulat ini berbahan dasar daging dan dapat disajikan baik dengan lontong maupun nasi, menjadikan bakso makanan favorit banyak orang. Salah satu tempat makan bakso yang sederhana namun tidak pernah sepi dari pengunjung adalah bakso kepala sapi. Bakso ini terletak di daerah Klampis, bersebelahan dengan sop ayam klaten dan Cafe Communal. Seporsi bakso sapi disini berisikan sebelas buah bakso dengan mi putih. Harga seporsi bakso dengan es teh dan nasi disini adalah Rp. 19000 (harga per 2 Mei 2016). Disini anda dapat juga memesan beraneka macam jus buah yang segar sebagai teman makan.

6. Bakso Rindu Malam

Bakso Rindu Malam merupakan bakso Solo yang terdiri atas bakso puyuh, kasaran, bakso halus, bakso keju, dan tahu yang disajikan hangat dalam satu mangkok. Ada yang spesial di tempat ini, yaitu terdapat live music keroncong yang menemani pengunjung selama menyantap hidangan, asik kan? Lokasi bakso Rindu Malam ini berada di ujung jalan Adityawarman (kalau dari arah jalan Ciliwung sebelah kiri jalan) bakso ini juga tidak membuka cabang di lain tempat. Harga satu porsi bakso solo campur adalah Rp. 10000 saja, kalau ditambah dengan sepiring lontong dan segelas es teh menjadi Rp.15000 makanan enak ga harus mahal kan?

7. Lontong Balap Rajawali

Salah satu kuliner Jawa Timur yang terkenal adalah lontong balap. Makanan dengan bumbu petis ini sangat banyak dan mudah ditemui di Surabaya. Salah satu penjual yang sudah cukup lama dan terkenal adalah lontong balap Rajawali. Warung Lontong balap ini terletak disebrang SPBU Rajawali. Masakan dengan bumbu petis ini disajikan dengan sayur tauge hangat dan sate kerang sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan atau makan siang. Sambal di warung ini lumayan pedas, sangat cocok untuk kalian yang hobi dengan makan pedas, namun bagi yang tidak suka pedas ya jangan ditambahkan sambal. Warung ini buka dari jam 06.00 pagi hingga sore.

8. Rawon Setan Embong Malang

Banyak sekali review mengenai tempat makan nasi rawon yang satu ini. Nasi rawon Embong Malang memang merupakan salah satu tempat makan yang terkenal di Surabaya yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Banyak pecinta kuliner dari luar kota datang kemari untuk merasakan nikmatnya seporsi nasi rawon hangat mulai dari orang biasa hingga Bondan Winarno sempat mampir ke tempat ini. Nasi rawon yang satu ini memiliki rasa yang enak dan bagi yang suka buntut disini anda juga dapat memesan rawon buntut yang rasanya sama sama enak. Lokasi nasi rawon ini berada di Jalan Embong Malang (depan JW Marriot / sebelum tahu campur cak Kahar). Terdapat beberapa menu lain selain Rawon, diantaranya nasi campur dan nasi pecel yang menurut penulis rasanya juga tidak kalah enak dan harus dicoba.

9. Sop Kaki Kambing Bang Oya (Khas Betawi)

Jika travellers sedang jalan jalan malam di Surabaya sempatkan waktu mampir di salah satu jajanan kaki lima yang terkenal di Surabaya. Sop kaki kambing Bang Oya terletak di jalan Kedungdoro tepat di dapan Indomaret (sebelah kiri jalan jika anda datang dari jalan Embong Malang). Sop kaki disini terdiridari kikilan, daging empuk, tomat, emping, dan bawang goreng. Kuah sop disini sangat creamy, buttery, gurih, segar, dan sangat refreshing. Selain kaki kambing disini juga terdapat kaki sapi sebagai alternatif bagi yang tidak cocok dengan kambing. Seporsi sop kaki sapi betawi yang sangat lezat  ini dibandrol dengan harga Rp. 36000 per porsi (harga per 27 Mei 2016). Biarpun kaki lima, tempat makan ini memiliki rasa luar biasa. Oh iya, jika mampir kesini jangan lupa berbagi sedikit dari rejeki kalian dengan ibu ibu yang sudah renta yang biasanya ada di depan Indomaret, keep sharing ya guys, ga rugi kok.

10. Tahu Campur Cak Kahar

Tahu campur merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Surabaya. Cukup mudah untuk menemui penjual tahu campur di Surabaya, mulai dari pedagang dengan gerobak keliling, warung kaki lima, hingga restoran restoran. Tahu campur Cak Kahar ini merupakan tahu campur dengan konsep kaki lima (Food Street) yang berlokasi di Jalan Embong Malang (Tepat disebrang JW Marriot). Disini terdapat dua menu makanan yaitu Tahu Campur dan Tahu Tek yang kedua duanya sama enaknya, jika travellers lebih suka makanan yang berkuah silakan pesan tahu campur, jika lebih senang yang keringan bisa memesan tahu tek, dan jika lagi banyak duit, silakan beli dua duanya. Seporsi tahu tek ataupun tahu campur dibandrol dengan harga yang sama yaitu Rp.15000 saja.

11. RM Laksana Jaya

Mau coba berbagai macam masakan khas Jawa Timur? disini tempatnya! Rumah Makan Laksana Jaya ini merupakan salah satu tempat makan yang sudah lama berdiri dan belum banyak blog yang memberikan review mengenai tempat makan ini. Lokasinya terdiri di dua tempat yaitu di jalan Perak Timur dan di daerah Krembangan (dibelakang lontong balap rajawali). Berbagai macam masakan Jawa Timur ada disini, mulai dari sate ayam, sate kelinci, nasi campur, nasi pecel, rawon, sop buntut, es sinom, dan masih banyak lagi yang bisa dicoba. Semua makanan disini memiliki rasa yang diatas rata rata meskipun tempatnya terkesan biasa biasa saja. Harga makanan disini affordable, mulai dari Rp. 9000 (urap urap) hingga beberapa puluh ribu. Ketika jam istirahat kantor dan waktu berbuka puasa (jika bulan ramadhan), rumah makan ini begitu ramai, sehingga kalian harus rela bersabar untuk antri. Buat travellers yang suka dengan citarasa makanan khas Jawa Timur, penulis yakin tempat ini sangat cocok untuk kalian kunjungi. RM Laksana Jaya buka dari pagi jingga pukul 20.00.

12. RM Ayam Goreng Pemuda

Ayam goreng pemuda merupakan salah satu kuliner “legendaris” di Surabaya. Sejak dari penulis masih bocah rumah makan ini sudah ada dan memiliki banyak pelanggan setia. RM Ayam Goreng Pemuda merupakan salah satu tempat makan ayam goreng terbaik di Surabaya, rumah makan yang berlokasi di jalan Tidar ini sangat cocok untuk tempat makan bersama keluarga. Rasa ayam goreng disini sangat berbumbu which is very tasty, rasa pedas sambalnya cukup, namun porsi nasi disini bisa dibilang sedikit. Satu hal yang perlu kalian coba selain menu ayam goreng disini adalah menu paruh gorengnya, itu enak! Harga lima potong ayam goreng (tanpa nasi) sekitar Rp. 99000 an kalo ditambah dengan ongkos parkir motornya jadi pas Rp. 100000 (harga per Ramadhan 2015).

13. Depot Sari

Depot Sari terletak terletak disalah satu bangunan tua peninggalan kolonial belanda di Jalan Karet No 112, berada persis di ujung jembatan merah Surabaya. Depot Sari merupakan salah satu tempat makan yang legendaris di Surabaya karena keberadaanya yang sudah ada sejak jaman belanda. Depot ini kecil namun pelayanan di depot ini luar biasa! pemilik depot Pak Hartono sangatlah ramah dengan pengunjung yang datang sering kali atau bahkan setiap penulis mampir ke tempat beliau, pak Hartono selalu menyempatkan diri untuk mengobrol mulai dari sekedar tanya kabar sampai mengenai kesibukan sehari hari, luar biasa ramahnya. Depot Sari sangat dikenal dengan sop buntut yang luar biasa enaknya dan satu lagi yang istimewa sop buntut ini adalah rendah kolestrol! Anda bisa membuktikan dengan memasukkan es batu pada kuah sop, lalu perhatikan maka anda tidak akan melihat adanya gumpalan gumpalan lemak yang terbentuk, padahal pada umumnya jika anda membiarkan kuah sop menjadi dingin diatas meja makan saja akan terbentuk gumpalan gumpalan lemak yang tebal. Selain Sop Buntut yang luar biasa enaknya disini juga terdapat Rawon merah. Pada umumnya rawon memang memiliki berwarna hitam pekat, namun anda akan mendapatkan rawon yang berwarna merah rasanya pun cenderung manis dan enak sekali. Buat travellers, jika kalian melewati daerah jembatan merah kalian wajib coba makan disini. Depot sari buka dari pagi hingga jam 17.00.

14. Sate Ponorogo Pak Seger

Buat readers dan travellers yang gemar dengan masakan sate, penulis sarankan untuk mampir di Sate Ponorogo Pak Seger, rasanya enak, harga aman, dan buka 24 jam. Sate ponorogo ini memiliki tekstur bumbu kacang yang menurut penulis relatif halus, memiliki rasa rempah (yang kalo menurut penulis mungkin itu kemiri CMIIW) yang unik dan porsi yang lumayan. Disini kalian dapat memesan seporsi (10 tusuk) sate isi daging ayam (full daging) atau dicampur dengan kulit ayam. Untuk harga lima tusuk sate dengan nasi dan es teh, kalian cukup membayar ± Rp. 20.000 saja (harga per September 2016). Lokasi sate pak seger dijalan Pucang Anom Timur, sebelum toko buku Petra Togamas, jika datang dari Gubeng / Kertajaya / RS Dr Sutomo lokasi sate pak seger berada disebelah kiri jalan.

15. Rujak Cingur Cak Durasim

Kurang afdol rasanya jika kita tidak membahas Rujak Cingur sebagai masakan khas surabaya. Kalau travellers datang ke Surabaya dan tidak menyempatkan diri untuk mencoba rujak cingur, berarti anda belum datang ke surabaya namanya.Salah satu penjual rujak cingur favorit penulis adalah “Rujak Cingur Cak Durasim”.Tempat makan ini terletak di daerah Pasar Genteng, daerah yang biasanya dikenal sebagai pusat oleh oleh Surabaya. Menurut penulis, bumbu rujak cingur disini menjadi pembeda dari penjual yang lain, rasa bumbunya termasuk juara. Disini rujak cingur terdiri dari rujak cingur biasa dan yang spesial, bedanya ada di bahan cingurnya, untuk yang spesial merupakan cingur pilihan. harga seporsi rujak cingur berkisar antara Rp. 25000 hingga Rp.35000. Rujak Cingur Cak Durasim buka dari pagi hingga menjelang sore, biasanya pada hari libur rujak cingur akan lebih cepat habis. Selain rujak cingur terdapat menu lain yang bisa travellers coba seperti nasi pecel, gado – gado, lontong mie, rawon, dan lain – lain.

16. Zanggrandi Ice Cream

Sebagai makanan penutup ice ceram merupakan salah satu menu favorit banyak orang. Salah satu tempat makan ice cream yang terkenal di Surabaya adalah Zanggrandi yang sudah ada sejak jaman kolonial belanda tepatnya tahun 1930. Suasana arsitektur gedung tempo doloe menjadikan tempat ini special dan sangat cocok sebagai tempat makan bersama keluarga, kekasih, atau istri muda di akhir pekan. Ice cream disini sangat lembut dan memiliki pilihan rasa yang banyak. Salah satu menu favorit dari penulis adalah Macadonia. Harga ice cream disini bervariasi. Zanggrandi berlokasi di jalan Yos Sudarso (bersebelahan dengan Hotel Garden Palace) buka dari siang hari hingga sekitar pukul 22.00. Apapun menu makan malam travellers, sangat cocok jika ditutup dengan ice cream lembut Zanggrandi.

“Perempuan bukan tentang yang ia ucapkan, Perempuan selalu tentang yang tak terucap.” – Sujiwo Tejo

Untuk Hari Pendidikan 2014

Sejak tanggal 17 Agustus 1945, kini Indonesia telah mendekati 69 tahun merdeka. Bulan Mei ini Indonesia akan memperingati hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Sejarah pendidikan di Indonesia pun panjang, dimulai dari sistem pendidikan formal yang di bentuk oleh pemerintahan Hindia – Belanda  berupa Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan Algemeene Middelbare School (AMS) yang meskipun saat itu terbatas untuk kalangan tertentu, kemudian pendidikan di indonesia berkembang hingga seperti system pendidikan yang sekarang.

Didalam perkembanganya (dunia pendidikan Indonesia), Indonesia membuat sarana pendidikan berupa sekolah sekolah mulai dari tingkat dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Memberikan kesempatan kepada banyak masyarakat untuk menjadi pendidik generasi baru, memberikan beasiswa kepada mahasiswa indonesia yang cerdas untuk sekolah hingga jenjang Doktor ataupun Master, memberikan kesempatan yang sama kepada setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan, serta membentuk kurikulum pendidikan sebagai acuan dalam proses pendidikan.

Sarana pendidikan yang dibangun seperti gedung sekolah, pendidik, dan kurikulum, tersebut pasti akan mempengaruhi kualitas dari peserta didik. Tidak mungkin mencapai kualitas pendidikan yang baik jika peserta didik dari berbagai macam jenjang di Sekolah Dasar harus berbagi ruangan untuk belajar. Tidak mungkin mencapai kualitas pendidikan yang baik jika materi yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik. Terlebih lagi jika pendidik gagal mengaktualisasi standar pendidikan yang telah disusun didalam sebuah kurikulum, karena dapat dipastikan materi pembelajaran pasti tidak akan dapat diserap dengan baik.

Bukan hanya sekedar kualitas dari sarana pendidikan yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan. Kuantitas dari sarana pendidikan pun akan mempengaruhi. Terbatasnya jumlah perguruan tinggi akan mengurangi kesempatan siswa yang telah lulus Sekolah Menengah Atas untuk melanjutkan pendidikan. Kurangnya jumlah sarana pendidikan tidak hanya terjadi di tingkat perguruan tinggi, namun juga pada tingkat SMP dan SMA. Masalah mengenai terbatasnya jumlah sarana pendidikan ini tidak hanya berhenti pada sarana fisik berupa gedung saja, namun ada yang lebih penting yaitu jumlah pendidik yang ada, dan ini merupakan masalah nyata yang harus segera diselesaikan.

Selama proses pendidikan, nilai tambah yang diberikan kepada peserta didik seharusnya bukan hanya mengenai Science dan Technology saja, namun juga rasa bangga terhadap bangsa sendiri. Tidak menjadi begitu penting label “International Recognition” dan akan menjadi penting jika sistem pendidikan berhasil menanamkan rasa bangga pada bangsa sendiri.

Masih banyak masalah yang harus diselesaikan bersama untuk mencapai masyarakat Indonesia yang madani. Tanpa pendidikan yang lebih baik, masyarakat madani masih jauh dari kata tercapai. Saat ini banyak anak anak Indonesia hidup di keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, yang sebagian besar lingkunganya belum menganggap penting sebuah pendidikan, kalau bukan kita atau kami masyarakat yang sadar pentingnya sebuah pendidikan, lalu mereka menjadi tanggung jawab siapa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Surabaya 2 Mei 2014

©Putra Tanujaya

The Road Not Taken

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

-Robert Frost-
 
 

Three Rings!

“In the whole of your life, you will find at least three kinds of ring. The First one is the engagement ring, the second is the wedding ring, and the last one is Suffering”
-Prof. A. Shahab-

Philosophical Premise Engineering Student

Professor: You believe in GOD ?

Student : Absolutely, sir.

Professor : Is GOD good ?

Student : Sure.

Professor: Is GOD all powerful ?

Student : Yes.

Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

(Student was silent.)

Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?

Student : Yes.

Professor: Is satan good ?

Student : No.

Professor: Where does satan come from ?

Student : From … GOD …

Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?

Student : Yes.

Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?

Student : Yes.

Professor: So who created evil ?

(Student did not answer.)

Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?

Student : Yes, sir.

Professor: So, who created them ?

(Student had no answer.)

Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?

Student : No, sir.

Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?

Student : No , sir.

Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?

Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.

Professor: Yet you still believe in Him?

Student : Yes.

Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?

Student : Nothing. I only have my faith.

Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.

Student : Professor, is there such a thing as heat?

Professor: Yes.

Student : And is there such a thing as cold?

Professor: Yes.

Student : No, sir. There isn’t.

(The lecture theater became very quiet with this turn of events.)

Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.

(There was pin-drop silence in the lecture theater.)

Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?

Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?

Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, well you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?

Professor: So what is the point you are making, young man ?

Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Professor: Flawed ? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.

Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?

Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)

Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?

(The class was in uproar.)

Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?

(The class broke out into laughter. )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?

(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)

Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.

Student : That is it sir … Exactly ! The link between man & GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving

Negarakertagama #5

(…………………)

 

Tak terhingga jumlah kereta, tapi berbeda-beda tanda cirinya. Meleret berkelompok-kelompok, karena
tiap mentri lain lambangnya. Rakrian sang Mahamantri Agung Patih Amangkubumi penata kerajaan.
Keretanya beberapa ratus berkelompok dengan aneka tanda. Segala kereta Sri Nata Pajang semua
bergambar matahari. Semua kereta Sri Nata Lasem bergambar cemerlang banteng putih. Kendaraan Sri
Nata paha bergambar Dahakusuma mas mengkilat. Kereta Sri Nata Jiwana berhias bergas menarik
perhatian. Kereta Sri Nata Wilwatikta tak ternilai, bergambar buah mala. Beratap kain geringsing,
berhias lukisan mas, bersinar meran indah. Semua pegawai, parameswari raja dan juga rani Sri Sudewi.
Ringkasnya para wanita berkereta merah berjalan paling muka.
Kereta Sri Nata berhias mas dan ratna manikam paling belakang. Jempana-jempana lainnya bercadar
beledu, meluap gemerlap. Rapat rampak prajurit pengiring Jenggala Kediri, Panglarang, Sedah
Bayangkari gemruduk berbondong-bondong naik gajah dan kuda. Pagi-pagi telah tiba di Pancuran
Mungkur, Sri Nata ingin rehat. Sang rakawi menyidat jalan, menuju Sawungan mengunjungi kerabat.
Larut matahari berangkat lagi tepat waktu Sri Paduka lalu. Ke arah timur menuju Watu Kiken, lalu
berhenti di Matanjung. Dukuh sepi kebudaan dekat tepi jalan, pohonnya jarang-jarang. Berbeda-beda
namanya Gelanggang, Badung, tidak jauh dari Barungbung. Tak terlupakan Ermanik, dukuh teguh-taat
kepada Yanatraya. Puas sang darmadyaksa mencicipi aneka jamuan makan dan minum.
Sampai di Kulur, Batang di Gangan Asem perjalanan Sri Baginda. Hari mulai teduh, surya terbenam,
telah gelap pukul tujuh malam Sri Paduka memberi perintah memasang tenda di tengah-tengah sawah.
Sudah siap habis makan, cepat-cepat mulai membagi-bagi tempat. Paginya berangkat lagi menuju
Baya, rehat tiga hari tiga malam. Dari Baya melalui Katang, Kedung Dawa, Rame, menuju Lampes,
Times. Serta biara pendeta di Pogara mengikut jalan pasir lemak-lembut. Menuju daerah Beringin Tiga
di Dadap, kereta masih terus lari. Tersebut dukuh kasogatan Madakaripura dengan pemandangan indah.
Tanahnya anugerah Sri Paduka kepada Gajah Mada, teratur rapi. Di situlah Sri Paduka menempati
pasanggrahan yang tehias sangat bergas. Sementara mengunjungi mata air, dengan ramah melakukan
mandi bakti.
Sampai di desa Kasogatan, Sri Paduka dijamu makan minum. Pelbagai penduduk Gapuk, Sada,
Wisisaya, Isanabajra, Ganten, Poh, Capahan, Kalampitan, Lambang, Kuran, Pancar, We, Petang. Yang
letaknya di lingkungan biara, semua datang menghadap. Begitu pula desa Tunggilis, Pabayeman ikut
berkumpul. Termasuk Ratnapangkaja di Carcan, berupa desa perdikan. Itulah empat belas desa
Kasogatan yang berakuwu. Sejak dahulu delapan saja yang menghasilkan bahan makanan. Fajar
menyingsing, berangkat lagi Sri Paduka melalui Lo Pandak, Ranu Kuning, Balerah, Bare-bare,
Dawohan, Kapayeman, Telpak, Baremi, Sapang serta Kasaduran. Kereta berjalan cepat-cepat menuju
Pawijungan. Menuruni lurah, melintasi sawah, lari menuju Jaladipa, Talapika, Padali, Arnon dan
Panggulan. Langsung ke Payaman, Tepasana ke arah kota Rembang. Sampai di Kemirahan yang
letaknya di pantai lautan.
Di Dampar dan Patunjungan Sri Paduka bercengkerama menyisir tepi lautan. Ke jurusan timur turut
pasisir datar, lembut-limbur dilintasi kereta. Berhenti beliau di tepi danau penuh teratai, tunjung sedang
berbunga. Asyik memandang udang berenang dalam air tenang memperlihatkan dasarnya. Terlangkahi
keindahan air telaga yang lambai-melambai dengan lautan. Danau ditinggalkan menuju Wedi dan
Guntur tersembunyi di tepi jalan. Kasogatan Bajraka termasuk wilayah Taladwaja sejak dulu kala.
Seperti juga Patunjungan, akibat perang belum kembali ke asrama. Terlintas tempat tersebut, ke timur
mengikut hutan sepanjang tepi lautan. Berhenti di Palumbon berburu sebentar, berangkat setelah surya
larut. Menyeberangi sungai Rabutlawang yang kebetulan airnya sedang surut. Menuruni lurah Balater
menuju pantai lautan lalu bermalam lagi. Pada waktu fajar menyingsing, menuju Kunir Basini, di
Sadeng bermalam.

 

(………………….)

Negarakertagama #4

(…………..)

Pulau Madura tidak dipandang negara asing. Karena sejak dahulu menjadi satu dengan Jawa. Konon
dahulu Jawa dan Madura terpisah meskipun tidak sangat jauh. Semenjak nusantara menadah perintah
Sri Paduka, tiap musim tertentu mempersembahkan pajak upeti. Terdorong keinginan akan menambah
kebahagiaan. Pujangga dan pegawai diperintah menarik upeti. Pujangga-pujangga yang lama
berkunjung di nusantara. Dilarang mengabaikan urusan negara dan mengejar untung. Seyogyanya, jika
mengemban perintah ke mana juga, harus menegakkan agama Siwa, menolak ajaran sesat. Konon
kabarnya para pendeta penganut Sang Sugata dalam perjalanan mengemban perintah Sri Baginda,
dilarang menginjak tanah sebelah barat pulau Jawa. Karena penghuninya bukan penganut ajaran Buda.
Tanah sebelah timur Jawa terutama Gurun dan Bali, boleh dijelajah tanpa ada yang dikecualikan.
Bahkan menurut kabaran begawan Empu Barada, serta raja pendeta Kuturan telah bersumpah teguh.
Para pendeta yang mendapat perintah untuk bekerja, dikirim ke timur ke barat, di mana mereka sempat
melakukan persajian seperti perintah Sri Nata. Resap terpandang mata jika mereka sedang mengajar.
Semua negara yang tunduk setia menganut perintah. Dijaga dan dilindungi Sri Nata dari pulau Jawa.
Tapi yang membangkang, melanggar perintah dibinasakan pimpinan angkatan laut yang telah mashur
lagi berjasa. Telah tegak teguh kuasa Sri Nata di Jawa dan wilayah nusantara. Di Sri Palatikta tempat
beliau bersemayam, menggerakkan roda dunia. Tersebar luas nama beliau, semua penduduk puas,
girang dan lega. Wipra pujangga dan semua penguasa ikut menumpang menjadi mashur. Sungguh
besar kuasa dan jasa beliau, raja agung dan raja utama. Lepas dari segala duka mengenyam hidup
penuh segala kenikmatan. Terpilih semua gadis manis di seluruh wilayah Jenggala Kediri. Berkumpul
di istana bersama yang terampas dari negara tetangga. Segenap tanah Jawa bagaikan satu kota di bawah
kuasa Sri Paduka.
Ribuan orang berkunjung laksana bilangan tentara yang mengepung pura. Semua pulau laksana daerah
pedusunan tempat menimbun bahan makanan. Gunung dan rimba hutan penaka taman hiburan terlintas
tak berbahaya. Tiap bulan sehabis musim hujan beliau biasa pesiar keliling. Desa Sima di sebelah
selatan Jalagiri, di sebelah timur pura. Ramai tak ada hentinya selama pertemuan dan upacara
prasetyan. Girang melancong mengunjungi Wewe Pikatan setempat dengan candi lima. Atau pergilah
beliau bersembah bakti ke hadapan Hyang Acalapati. Biasanya terus menuju Blitar, Jimur mengunjungi
gunung-gunung permai.
Di Daha terutama ke Polaman, ke Kuwu dan lingga hingga desa Bangin. Jika sampai di Jenggala,
singgah di Surabaya, terus menuju Buwun. Pada tahun 1275 Saka, Sang Prabu menuju Pajang
membawa banyak pengiring. Tahun 1276 ke Lasem, melintasi pantai samudra. Tahun 1279, ke laut
selatan menembus hutan. Lega menikmati pemandangan alam indah Lodaya, Tetu dan Sideman. Tahun
1281 di Badrapada bulan tambah. Sri Nata pesiar keliling seluruh negara menuju kota Lumajang. Naik
kereta diiring semua raja Jawa serta permaisuri dan abdi Mahamantri Agung, tanda, pendeta, pujangga,
semua para pembesar ikut serta.
Juga yang menyamar, Empu Prapanca, girang turut mengiring paduka Maharaja. Tak tersangkal girang
sang kawi, putra pujangga, juga pencinta kakawin. Dipilih Sri Paduka sebagai pembesar kebudaan
mengganti sang ayah. Semua pendeta Buda ramai membicarakan tingkah lakunya dulu. Tingkah sang
kawi waktu muda menghadap raja berkata, berdamping, tak lain. Maksudnya mengambil hati, agar
disuruh ikut beliau ke mana juga. Namun belum mampu menikmati alam, membinanya, mengolah dan
menggubah. Karya kakawin, begitu warna desa sepanjang marga terkarang berturut. Mula-mula
melalui Japan dengan asrama dan candi-candi ruk-rebah. Sebelah timur Tebu, hutan Pandawa,
Daluwang, Bebala di dekat Kanci.
Ratnapangkaja serta Kuti, Haji, Pangkaja memanjang bersambung-sambungan. Mandala Panjrak,
Pongglang serta Jingan. Kuwu, Hanyar letaknya di tepi jalan. Habis berkunjung pada candi pasareyan
Pancasara, menginap di Kapulungan. Selanjutnya sang kawi bermalam di Waru, di Hering, tidak jauh
dari pantai. Yang mengikuti ketetapan hukum jadi milik kepala asrama Saraya. Tetapi masih tetap
dalam tangan lain, rindu termenung-menung menunggu. Seberangkat Sri Nata dari Kapulungan,
berdesak abdi berarak. Sepanjang jalan penuh kereta, penumpangnya duduk berimpit-impit. Pedati di
muka dan di belakang, di tengah prajurit berjalan kaki. Berdesak-desakan, berebut jalan dengan
binatang gajah dan kuda.

 

(…………………….)